"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang."
We are Getting Married!
Maha Suci Allah yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan. Ya Allah semoga ridho-Mu tercurah mengiringi pernikahan kami.
Yudi
IKHWAN WAHYUDI
Putra dari Bapak (alm) Ali Basir Tk. Bandaro Basa & Ibu Yurnida
Saya, Ikhwan Wahyudi—yang akrab disapa Yudi, si bungsu dari enam bersaudara.
Dan dia, Annisa Wahyu—anak sulung dari empat bersaudara, yang teduh dalam tutur dan langkahnya.
Semesta mempertemukan kami bukan tanpa sebab,
dalam satu ruang pengabdian, satu tim, satu tujuan—
sebagai penyelenggara pengawas pemilu tahun 2025.
Di antara riuhnya tugas dan tanggung jawab,
diam-diam tumbuh cerita yang tak kami rencanakan.
Dari sekadar sapa, menjadi tanya,
dari tanya, menjelma rasa.
Komitmen
Langkah membawa kami semakin jauh berjalan,
namun justru semakin dekat dalam mengenal.
Waktu mengajarkan kami tentang arti sabar,
dan kebersamaan menuntun kami pada keyakinan.
Hingga akhirnya, di satu titik yang sama,
kami sepakat memilih satu arah:
menjadikan satu sama lain sebagai tujuan pulang,
menua bersama dalam ridho-Nya.
Bertunangan
Pilihan ini tak hanya kami simpan dalam hati,
namun kami titipkan kepada restu yang lebih tinggi—
kepada ayah dan ibu,
kepada mamak dan seluruh keluarga.
Sebagaimana adat yang kami junjung:
"Kaciak di bendangan ayah jo ibu, gadang di bendangan mamak."
Langkah kami pun disaksikan dalam sakralnya adat,
Batimbang Tando patunangan menjadi tanda,
bahwa dua hati ini telah dipautkan dalam kesungguhan,
dalam niat yang bukan lagi sekadar harapan.
Menikah
Dan kini, tibalah kami di muara perjalanan panjang ini—
bersanding di pelaminan, dalam ikatan yang suci.
Bukan sekadar tentang dua insan yang bersatu,
tetapi tentang ibadah panjang yang akan kami jalani,
sebagai pasangan halal,
dalam suka dan duka, dalam lapang dan sempit.
Semoga ridho mamak,
ridho orang tua,
menjadi jalan turunnya ridho Allah SWT.
Agar rumah tangga ini bersemi dalam sakinah,
bertumbuh dalam mawadah,
dan bernaung dalam rahmah-Nya.
Sebuah perjalanan telah sampai,
namun sejatinya—
inilah awal dari perjalanan yang sesungguhnya.