The Wedding of
Yudi
&
Annisa
06 / 04 / 26
Y
&
A
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang."
Q.S. Ar-Rum: 21
We are
Getting Married!
Maha Suci Allah yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan. Ya Allah semoga ridho-Mu tercurah mengiringi pernikahan kami.
Save the Date
Dengan memohon rahmat dan ridho Allah SWT, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i, untuk menghadiri acara pernikahan kami pada:
Akad Nikah
Sabtu
04 april 2026
14.00 WIB
rumah Mempelai Wanita
Matua, Nagari Sikucua Timur, Padang Pariaman, Sumatera Barat
Resepsi
Senin
6 April 2026
10.00 WIB s/d Selesai
rumah Mempelai Pria
Olo, Korong Sungai Janiah, Nagari Sikucua, Kampuang Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat
Live Streaming
Temui kami secara virtual untuk menyaksikan acara pernikahan kami melalui tautan dibawah ini.
Love Story
Saya, Ikhwan Wahyudi—yang akrab disapa Yudi, si bungsu dari enam bersaudara.
Dan dia, Annisa Wahyu—anak sulung dari empat bersaudara, yang teduh dalam tutur dan langkahnya.
Semesta mempertemukan kami bukan tanpa sebab,
dalam satu ruang pengabdian, satu tim, satu tujuan—
sebagai penyelenggara pengawas pemilu tahun 2025.
Di antara riuhnya tugas dan tanggung jawab,
diam-diam tumbuh cerita yang tak kami rencanakan.
Dari sekadar sapa, menjadi tanya,
dari tanya, menjelma rasa.
Langkah membawa kami semakin jauh berjalan,
namun justru semakin dekat dalam mengenal.
Waktu mengajarkan kami tentang arti sabar,
dan kebersamaan menuntun kami pada keyakinan.
Hingga akhirnya, di satu titik yang sama,
kami sepakat memilih satu arah:
menjadikan satu sama lain sebagai tujuan pulang,
menua bersama dalam ridho-Nya.
Pilihan ini tak hanya kami simpan dalam hati,
namun kami titipkan kepada restu yang lebih tinggi—
kepada ayah dan ibu,
kepada mamak dan seluruh keluarga.
Sebagaimana adat yang kami junjung:
"Kaciak di bendangan ayah jo ibu, gadang di bendangan mamak."
Langkah kami pun disaksikan dalam sakralnya adat,
Batimbang Tando patunangan menjadi tanda,
bahwa dua hati ini telah dipautkan dalam kesungguhan,
dalam niat yang bukan lagi sekadar harapan.
Dan kini, tibalah kami di muara perjalanan panjang ini—
bersanding di pelaminan, dalam ikatan yang suci.
Bukan sekadar tentang dua insan yang bersatu,
tetapi tentang ibadah panjang yang akan kami jalani,
sebagai pasangan halal,
dalam suka dan duka, dalam lapang dan sempit.
Semoga ridho mamak,
ridho orang tua,
menjadi jalan turunnya ridho Allah SWT.
Agar rumah tangga ini bersemi dalam sakinah,
bertumbuh dalam mawadah,
dan bernaung dalam rahmah-Nya.
Sebuah perjalanan telah sampai,
namun sejatinya—
inilah awal dari perjalanan yang sesungguhnya.
Terima Kasih
Suatu kebahagiaan & kehormatan bagi kami, apabila Bapak/Ibu/Saudara/i, berkenan hadir dan memberikan do'a restu kepada kami.
Kami Yang Berbahagia















