The Wedding of
Vega
&
Ragil
Kepada Yth:
Nama Tamu
The Wedding of
Vega
&
Ragil
11 . 04 . 26
V
&
R
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."
- QS. Ar-Rum : 21 -
We are
Getting Married!
Maha Suci Allah yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan. Ya Allah semoga ridho-Mu tercurah mengiringi pernikahan kami:
Vega
Vega Zahrah Narendra Duhita
Putri Pertama dari Bapak Yoga Wahjoe Hagono
& Ibu Yulis Tilawati
&
Ragil
Triyo Gusti Ragil Raharjo
Putra Ketiga dari Bapak Slamet Raharjo
& Ibu Sri Hartatik
Save the Date
Dengan memohon rahmat dan ridho Allah SWT, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i, untuk menghadiri acara pernikahan kami:
Akad Nikah
Kamis
09 April 2026
08.30 WIB
Masjid Rizani
Jl. Raya Paiton, Dusun Matikan, Sumberejo, Kec. Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67291
Resepsi
Sabtu
11 April 2026
10.30 - 13.00 WIB
utama raya ballroom
Krajan, Banyuglugur, Kec. Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68359
Love Story
Semua dimulai dari sebuah sambungan telepon.
Saat itu, ia hanya menerima suara di seberang sana sebagai bagian dari pekerjaannya. Dan tak pernah kami sangka, panggilan sederhana yang disambungkan hari itu menjadi awal dari cerita yang lebih panjang.
Kami bekerja di site yang berbeda, hingga suatu hari dipertemukan karena urusan dokumen. Suara yang sebelumnya hanya terdengar lewat telepon akhirnya memiliki wajah. Pertemuan itu singkat dan sederhana, namun meninggalkan kesan yang tak terduga.
Beberapa waktu kemudian, langkah kecil untuk bertukar Instagram membuka percakapan yang lebih hangat. Dari urusan pekerjaan, menjadi cerita tentang kehidupan. Dari sekadar mengenal, menjadi saling memahami.
Perbedaan usia, ego, dan proses mengajarkan kami arti sabar, dewasa, dan tetap memilih satu sama lain — bahkan di saat tidak selalu mudah.
Tak pernah kami rencanakan, tugas sederhana menyambungkan telepon justru menjadi cara Tuhan menyambungkan dua hati.
Karena dari suara yang sederhana, kami menemukan rumah.
Kini, kami sepakat untuk menggenggam tangan satu sama lain, saling menjaga dalam doa, dan bertumbuh bersama hingga akhir usia.
Dengan segala kerendahan hati, kami memohon doa agar langkah ini selalu diberkahi.
Dan semoga setiap hati yang membaca kisah ini pun ikut merasakan hangatnya cinta, serta dipertemukan dengan kebahagiaan yang telah Tuhan siapkan. 🤍
Suatu kebahagiaan & kehormatan bagi kami, apabila Bapak/Ibu/Saudara/i, berkenan hadir dan memberikan do'a restu kepada kami
Kami Yang Berbahagia,