The Wedding of

Alwi & Alya

16 - 17 Mei 2026

The Wedding of

Alwi & Alya

Sabtu - Minggu

16 - 17 Mei 2026

Kepada Yth:

Nama Tamu

The Wedding of

Alwi & Alya

16-17 . 05 . 26

AI2

"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Maha Suci Allah yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan. Ya Allah semoga ridho-Mu tercurah mengiringi pernikahan kami:

Alwi

Alwi Adha Pohan, S.Tr.Stat.

Putra dari Bapak H. Harmein Pohan, S.Sos.
& Ibu Hj. Meliani Siregar

&

Alya

Nadhilah Alya Afifah Hasibuan, S.Ars., M.Ars.L.

Putri dari Bapak H. Samsul Bahri Hasibuan, S.T., M.M.
& Ibu Hj. Dewi Ade Yuni Pulungan, S.E., M.M.

Save the Date

Hari
Jam
Menit
Detik

Dengan memohon rahmat dan ridho Allah SWT, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i, untuk menghadiri acara pernikahan kami:

Akad Nikah
& Resepsi

Sabtu

28 Maret 2026

08.00 WIB s/d Selesai

Rumah Mempelai Wanita

Jl. Bangau No. 6, Komp. Sopo Indah - Sigulang, Kec. Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara

Pesta Adat Margondang

MANAEK GONDANG

SABTU, 16 MEI 2026

08.00 WIB s/d Selesai

MATA NI HORJA

MINGGU, 17 MEI 2026

08.00 WIB s/d Selesai

Rumah Mempelai Pria

Gg. IPTS, Jl. Sutan Muhammad Arif, Batang Ayumi Jae, Kec. Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara

Live Streaming

Temui kami secara virtual untuk menyaksikan acara pernikahan kami melalui tautan di bawah ini:

Our Gallery

Love Story

Alwi & Alya –
Sebuah Kisah

Pada suatu sore di tahun 2020, di tengah hiruk-pikuk sebuah kegiatan sosial, Alwi berdiri di antara para relawan yang sibuk menata bantuan. Ia memeriksa satu per satu pekerjaan yang harus diselesaikan, memastikan semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Sore itu terasa seperti hari-hari biasa—hingga pandangannya berhenti pada seorang perempuan di sudut ruangan.

Perempuan itu tidak banyak bicara. Ia bekerja dengan tenang, membantu orang-orang dengan penuh perhatian. Ada sesuatu yang berbeda dari caranya memandang sekitar—sederhana, tulus, dan seolah membawa ketenangan di tengah keramaian. Perempuan itu bernama Alya.

Pertemuan pertama mereka tidak diwarnai percakapan panjang. Bahkan, kata-kata yang terucap di antara mereka hanya sebatas sapaan singkat yang dibatasi oleh formalitas organisasi. Alwi sibuk dengan tanggung jawabnya, begitu pula Alya dengan perannya. Mereka berada di tempat yang sama, tetapi seolah berjalan di dua garis yang sejajar.

Namun, tanpa disadari, ada kesan yang tertinggal di hati Alwi. Ia melihat sesuatu dalam diri Alya—ketulusan yang jarang terlihat, kepedulian yang tidak dibuat-buat. Sejak saat itu, setiap kali mereka bertemu dalam kegiatan yang sama, ada rasa hangat yang perlahan tumbuh, meskipun hampir tak pernah diungkapkan dengan kata-kata.

Hari demi hari berlalu. Waktu berjalan tanpa banyak percakapan di antara mereka. Mereka tidak sering berbagi cerita atau tawa, tetapi setiap pertemuan kecil menghadirkan kenyamanan yang sulit dijelaskan. Seperti benih yang tertanam diam-diam di dalam tanah, perasaan itu tumbuh perlahan tanpa disadari.

Hingga akhirnya, waktu membawa perubahan.

Pada akhir tahun 2024, Alwi memberanikan diri untuk mengambil satu langkah kecil yang selama ini ia tunda. Ia mulai menghubungi Alya melalui pesan WhatsApp. Awalnya hanya percakapan sederhana—menanyakan kabar, berbagi cerita ringan, atau sekadar mengirim perhatian kecil. Namun dari pesan-pesan sederhana itu, kedekatan mulai terbangun.

Perlahan, Alya mulai membuka hatinya. Tawa yang sebelumnya jarang terdengar kini mulai sering hadir dalam percakapan mereka. Malam-malam yang dingin terasa lebih hangat dengan cerita yang saling mereka bagikan. Dari sekadar teman dalam satu organisasi, mereka mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang lebih dari itu—sesuatu yang tumbuh dengan perlahan namun pasti.

Mereka menemukan kenyamanan satu sama lain. Bukan hanya sebagai teman berbagi cerita, tetapi sebagai dua hati yang ingin saling memahami dan saling menjaga.

Awal tahun 2025 menjadi langkah yang lebih berarti. Alwi memberanikan diri menjemput Alya di Bandara Silangit dan mengantarnya pulang ke rumah. Momen itu bukan hanya perjalanan biasa, tetapi juga pertemuan pertama Alwi dengan kedua orang tua Alya. Ada rasa gugup yang tidak bisa ia sembunyikan, namun syukurlah pertemuan itu berjalan dengan hangat. Kedua orang tua Alya menyambutnya dengan baik, seolah membuka pintu awal bagi perjalanan mereka.

Waktu terus berjalan hingga tibalah Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah. Dalam suasana penuh berkah itu, Alwi kembali berkunjung untuk bersilaturahmi ke rumah nenek Alya dan bertemu dengan keluarga besarnya. Kehangatan keluarga yang ia rasakan semakin meneguhkan keyakinannya.

Tidak lama setelah itu, Alwi mengajak Alya berkunjung ke rumahnya agar kedua orang tuanya juga dapat mengenal perempuan yang telah mengisi hatinya. Alya sempat ragu dan beberapa kali menunda, tetapi pada akhirnya ia mengiyakan ajakan tersebut. Pertemuan itu pun berlangsung penuh kehangatan.

Masih dalam suasana Lebaran, Alwi bersama keluarga intinya datang bersilaturahmi ke rumah Alya. Pertemuan itu menjadi momen penting ketika kedua keluarga akhirnya saling mengenal lebih dekat. Suasana terasa akrab, penuh senyum dan percakapan hangat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua orang tua mereka mulai menanyakan rencana masa depan. Sebelumnya, Alwi dan Alya telah berbicara dari hati ke hati. Alya ingin terlebih dahulu fokus pada kariernya, mengingat ia baru saja menyelesaikan studinya. Alwi memahami dan mendukung sepenuhnya keinginan itu. Karena itulah mereka menyampaikan kepada kedua orang tua bahwa mereka berkomitmen untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius pada awal tahun 2026.

Kemudian tibalah tanggal 28 Januari 2026—sebuah hari yang tak terlupakan.

Tanggal yang biasanya hanya dirayakan oleh satu keluarga, kini dirayakan oleh dua keluarga sekaligus. Kedua keluarga berkumpul dalam suasana hangat yang dipenuhi tawa, doa, dan rasa haru. Hari itu menjadi hadiah terindah bagi Alya di hari ulang tahunnya: restu keluarga, cinta tulus dari Alwi, serta momen yang akan selalu dikenang sebagai bagian istimewa dalam perjalanan hidup mereka.

Hadiah itu bukan berupa benda. Ia hadir dalam bentuk yang jauh lebih berharga—kepercayaan, perhatian, dan restu dari orang-orang yang mereka cintai.

Kini mereka menantikan satu hari yang akan menjadi awal dari babak baru kehidupan: 28 Maret 2026, yang juga bertepatan dengan ulang tahun Alwi. Pada hari itu, di hadapan keluarga, sanak saudara, sahabat, dan teman-teman, mereka akan mengikat janji suci.

Dua hati yang dahulu hanya bertemu dalam kesederhanaan, yang pernah malu untuk saling berbicara, kini siap mengucapkan kata “iya” untuk selamanya.

Mungkin dunia mereka akan berubah setelah hari itu. Akan ada tawa, tangis, dan berbagai warna kehidupan yang harus mereka lalui. Namun satu hal yang pasti: mereka akan menjalaninya bersama.

Hari itu pun akan menjadi hadiah terindah bagi Alwi—sebuah janji untuk hidup bersama, hadiah dari Alya yang sama berharganya dengan cinta yang ia berikan.

Alwi dan Alya mengajarkan satu hal yang sederhana namun indah: cinta tidak selalu datang dengan gemerlap atau pertemuan yang dramatis. Terkadang, cinta tumbuh dari kesabaran, ketulusan, dan perhatian kecil yang perlahan membangun ikatan yang kuat.

Dari sebuah pertemuan sederhana dalam kegiatan sosial, hingga janji suci yang akan mereka ucapkan, perjalanan Alwi dan Alya membuktikan bahwa cinta sejati adalah tentang menunggu waktu yang tepat untuk mekar.

Dan setiap langkah dalam perjalanan itu—sekecil apa pun—adalah hadiah terindah dari kehidupan. ✨

Love Gift

Tanpa mengurangi rasa hormat, bagi Bapak/Ibu/Saudara/i yang ingin memberikan tanda kasih untuk kami, dapat melalui:

Bank BRI
No. Rekening 013501070065504
a.n Alwi Adha Pohan

Salin Rekening

Bank BSI
No. Rekening 7178349729
a.n Alwi Adha Pohan

Salin Rekening

Bank Mandiri
No. Rekening 1830004120829
a.n Nadhilah Alya Afifah

Salin Rekening

Kirim Kado

Alwi Adha Pohan

Gg. IPTS, Jl. Sutan Muhammad Arif, Batang Ayumi Jae, Kec. Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara

Salin Alamat

Wishes

Ucapan Selamat & Do'a

Suatu kebahagiaan & kehormatan bagi kami, apabila Bapak/Ibu/Saudara/i, berkenan hadir dan memberikan do'a restunya.

Kami Yang Berbahagia

Alwi & Alya